Latar Belakang Komodor Udara Harry Cobby

 Contoh text latar belakang pada tokoh 

 Latar Belakang

Komodor Udara Harry Cobby merupakan formasi tempur garis depan utama RAAF pada tahun 1944 hingga 1945. Pasukan ini berada di dalam lingkup kendali operasional Letnan Jenderal George Kenney dari Pasukan Udara Angkatan Darat Amerika Serikat (USAAF), komandan angkatan udara Sekutu di Wilayah Pasifik Barat Daya di bawah kepemimpinan Jenderal Douglas MacArthur. Awalnya No. 1 TAF terdiri dari satu pesawat Bristol Beaufighter dan dua P-40 Kittyhawk, kemudian dibantu oleh No. 80 Wing yang dipimpin Kapten Grup Clive Caldwell pada tahun 1945. Pasukan tersebut terdiri dari tiga skadron Supermarine Spitfire yang pilot-pilotnya merupakan veteran Kampanye Afrika Utara dan pertahanan Australia Utara terhadap serangan udara Jepang.Pada awal 1945, kekuatan udara Jepang di Pasifik Barat Daya sudah terpuruk. Angkatan Darat Amerika Serikat berfokus menyelesaikan pencaplokan kembali Filipina sebagai batu loncatan untuk penyerbuan ke Jepang. Waktu itu, No. 1 TAF ditugaskan menjadi garnisun dan menyerang pangkalan-pangkalan Jepang di pulau-pulau yang dilewati pasukan MacArthur. Kepala Staf Udara, Wakil Marsekal Udara George Jones, kemudian mengatakan bahwa RAAF, seperti dikutip dari sejarawan Angkatan Udara Alan Stephens, "disingkirkan dari kemenangan akhir atas Jepang oleh MacArthur yang menginginkan kejayaan untuk dirinya sendiri". Penerbang Korps Marinir AS dari komando Air North Solomons juga percaya bahwa markas MacArthur lebih memilih USAAF untuk menangani pertempuran.Situasi secara keseluruhan menimbulkan ketidakpuasan dan semangat yang rendah di kalangan personel No. 1 TAF yang berpangkalan di Morotai, terutama para pilot Spitfire yang jarang berkesempatan melakukan pertempuran udara yang dikuasainya dan dilengkapi pesawat yang tidak cocok untuk misi serangan darat. Kapten Grup Wilf Arthur, mantan Perwira Komandan No. 81 Wing dan saat ini memimpin No. 78 Wing, khawatir pengeluaran satuan tempurnya dalam hal personel, mesin, dan peralatan tidak sesuai dengan kerusakan yang mereka hasilkan di target-target musuh atau tingkat kepentingan target tersebut. Pada Desember 1944, ia meminta staf intelijennya membuat buku besar untuk menjumlahkan kerugian dan keuntungannya. Arthur memamparkan buku besar tersebut kepada Komodor Udara Cobby yang meninjaunya dan mengirimkannya kepada staf markas, namun tidak ditanggapi lebih lanjut.

Komodor Udara Harry Cobby



Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel